Jika Facebook Diblokir

jika facebook diblokir

100KATA.COM – Beberapa hari terakhir ini ramai linimasa beberapa teman membagikan informasi tentang rencana pemblokiran salah satu social media dengan “jamaah” terbesar di Indonesia: Facebook. Terlepas ini hoax atau fakta, saya pribadi tidak akan terlalu ambil pusing jika memang Facebook ini jadi di blokir. Kenapa? Ya gk kenapa-kenapa, hidup jangan terlalu digantungkan di sosial media kan? 😀

Sosial media itu hanya alat komunikasi, jika alatnya sudah tidak ada insyaAllah inovasi teknologi tidak akan kehilangan akal untuk menemukan alat komunikasi yang lain. Apalagi orang Indonesia itu level kreatifitasnya luar biasa untuk sekedar “bypass” apa-apa yang sudah diblokir pemerintah :p

Buat teman-teman yang jualan via Facebook, berarti mulai sekarang harus memutar otak untuk mencari tools lain buat jualan, bisa apa saja kan? Google Adword misalnya. Tuh kan, ada hikmahnya. Jika kepepet dan tertekan tidak ada opsi lain, insyaAllah kita akan menemukan jalan yang tidak disangka-sangka 😀

Tapi di postingan pertama 100kata.com ini saya tidak akan menyoroti substansi tentang pemblokiran. Saya pribadi malah akan penasaran masa depan generasi alay yang masih dalam tahap-tahap awal menggunakan Facebook.

Maksud alay di sini adalah mereka yang menggunakan Facebook bukan untuk menebar manfaat. Bisa saja membagikan informasi menyesatkan: hoax. Membagikan informasi yang mengandung muatan kebencian hingga fitnah sampai berbagai modus penipuan yang memanfaatkan kelemahan calon korban melalui sosial media.

Sekalipun intensitas update status saya di Facebook terbilang rendah (kurang lebih beberapa kali saja dalam sebulan) saya pribadi beberapa hari sekali masih membuka Facebook. Maksudnya cukup sederhana: apa sih yang sedang dibicarakan generasi muda saat ini. Apa yang sedang jadi trending topik saat ini. Semua bisa dilihat secara sekilas di Facebook. Beberapa hari terakhir ini misalnya: hastag #2019GantiPresiden atau soal-menyoal kaos yang ditakutkan berlebihan hingga perdebatan tentang Pil-pilan (Pilkada sampai Pilpres).

Di social media macam Facebook, semua orang mendadak bisa menjadi ahli. Mengomentari apa saja yang sebenarnya bukan topik atau bidang yang dikuasai. Dibilang kelebihan sih bisa jadi, tetapi jika penggunaan sosial media hanya berujung berantem, apa gunanya? Mengkritik dan membenci itu samar bedanya bagi orang yang tidak mengetahui. Nah, ini bahayanya jika gk paham. Niatnya mengkritik dikira benci, padahal maksudnya bukan itu.

Mungkin ada benarnya jika Facebook diblokir, orang Indonesia jadi ada waktu buat belajar 😀 tidak melulu share status dan perang komentar. Kita jangan cuma garang di sosial media. Cobalah garang dengan prestasi di dunia nyata, dengan karya atau sesuatu yang lebih berguna. Bukankah itu lebih keren?

Om Mark Zuck, gk rugi kan jika pasar pengguna Facebook di Indonesia diblokir pemerintah? 😀 sekali lagi, orang Indonesia tidak akan kehabisan akal untuk bypass situs yang diblokir.

Semarang, 18 April 2018

 

 

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *