Mengatur Keuangan : Kebutuhan Utama Terpenuhi, Kesenangan Batin Tercukupi

100KATA.COM – Tulisan keren mas Ariev Soeharto ini saya rasa wajib dibaca, khususnya teman-teman yang menjadi pengangguran freelancer 😀

Uang datang dan pergi itu adalah hal yang biasa. Akan tetapi mengatur penghasilan dan pengeluaran itu sangatlah penting agar supaya tidak terjadi besar pasak daripada tiang, begitu pepatah mengatakan.

Dalam kesempatan kali ini saya akan sharing tentang bagaimana cara saya me-manage income sebagai graphic designer – freelancer. Berhubung sharing tentang riwayat karir dan earning sudah banyak dijumpai di sosmed dan lagipula riwayat dan earning saya mungkin kurang memotivasi kalopun diceritakan hehe. So, langsung saja hehe.

Sebagai pekerja lepas tentu bisa menghasilkan income dari berbagai sumber entah itu remote working, contest, direct client, marketplace/microstock creator. Dalam hal ini saya me-manage income saya ke dalam beberapa kotak.

Mengatur Uang

A. Kebutuhan Pokok

Karena saya sudah berumah tangga tentu saja ada kebutuhan pokok tiap bulannya. Ga perlu dijelaskan lah ya kebutuhan pokok itu apa saja hehe. Nah untuk memenuhi kebutuhan pokok ini saya penuhi dari sumber penghasilan tetap dan pasif income yang hasilnya sudah lumayan besar (bagi saya). Penghasilan tetap ini saya dapat dari kerja remote, alias jadi desainer grafisnya sebuah perusahaan advertising di luar sana. Dan pasif income yang saya dapatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Pasif income di sini bisa dari microstock ataupun marketplace tempat saya berdagang.

B. Tabungan

Bekerja memperoleh penghasilan tapi tidak ada tabungan itu seperti mengisi air ke dalam botol yang berlubang wadahnya alias bocor. Bisa habis secara perlahan bisa juga secara sangat cepat, kalo seperti itu mungkin bocornya udah sangat besar. Nah saya menyisihkan penghasilan saya untuk menabung itu dari Pasif income yang saya sebutkan di point A, jadi sebagian untuk kebutuhan pokok, sebagian ditabung. Mungkin yang masih bujangan bisa melakukan ini untuk tabungan menikah karena dulu saya juga melakukan ini saat masih bujang, jadi pas ketemu jodoh udah ga perlu bingung lagi langsung tancap gas hehe. Atau suatu saat mau punya bisnis offline disaat ingin pensiun jadi desainer grafis hehe, kali aja bosen ngadep komputer terus.

C. Hobby

Boys always be boys. Ya ini yang saya alami sampai detik ini saya masih suka bermain game ataupun mengoleksi mainan. Mungkin ada yang punya hobi dengan motor atau hal-hal lain yang tentunya juga membutuhkan uang untuk mencukupinya. Misalkan saya ingin membeli sebuah game terbaru tentu saja butuh uang untuk beli itu. Biasanya yang sudah berumah tangga agak kesulitan untuk mencukupi kebutuhan yang satu ini. Karena sulit dapet ijin dari istri tercintanya hihi.

Trus darimana sumber income untuk kebutuhan yang satu ini? Sumbernya adalah dari microstock/marketplace yang hasilnya masih receh menurut saya (receh itu relatif). Saya mematok recehan itu yang nominalnya di bawah $50 perbulan. Tapi apakah sumber dari agency m/m itu akan selamanya receh? Tentu tidak, jadi disaat income dari satu situs yang semula di bawah $50 kalo udah meningkat maka itu sudah bukan receh lagi bagi saya dan hasilnya akan saya alihkan ke point A atau B.

Nah, kalo sudah dialihkan berarti udah ga punya hasil receh lagi dong buat mencukupi hobi? Disaat ini lah saya mencoba ladang baru untuk menghasilkan income receh demi mencukupi hobi saya. Sirkulasinya akan seperti itu terus. Kecil untuk hobi disaat sudah besar dialihkan ke tabungan, cari tempat baru lagi untuk menghasilkan recehan. Dengan cara ini saya lebih mudah mendapatkan ijin untuk membeli barang-barang yang sifatnya pribadi bukan untuk keluarga karena kebutuhan pokok saya sudah terpenuhi. Terakhir saya beli game Far Cry 5 hehe. Tapi ini juga situasional, disaat memang ada kebutuhan yang sangat penting maka hasil receh ini akan saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan itu.

D. Tabungan Berencana

Udah kayak sistem tabungan di bank saja ya hehe. Tabungan berencana ini juga saya penuhi dari pasif income yang nominalnya receh tapi tidak saya cairkan setiap bulannya. Tabungan berencana itu misalnya saya punya target untuk membeli sesuatu bisa kebutuhan keluarga, kerja ataupun hobi. Katakanlah saya mau beli motor, wacom Cintiq atau Ps4. Income receh dari satu atau dua agency yang saya tabung tiap bulan, ada yang saya cairkan dan saya tabung di rekening khusus, ada pula yang tidak saya cairkan alias saya tahan di agency tersebut sampai sudah mencukupi target.

Ya kira-kira seperti itu cara saya mengatur penghasilan agar kebutuhan pokok terpenuhi, tabungan ada, hobi juga tercukupi. Semoga bermanfaat bagi siapapun dan profesi apapun yang membaca tulisan ini. Semoga mencerahkan anda untuk mulai membagi kebutuhan-kebutuhannya biar lebih tertata dengan baik dan tidak bocor. hehe

Sumber Tulisan

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *